Selasa, 27 November 2012

RINDU DALAM GEMERICIK HUJAN


Kutatap pilu jendela terasnampak sebuah bayang
Kudengar tawa riang yang begitu merdu
Kuciau aroma khas hujan yang meneduhkan
Serasa itu semua adalah bahagia yang tak bisa kan lagi terulang

Bayang-bayang tawamu kini nampak menjauh
Merdu tawamu itu kian menjauh
Keteduhan itu kini merisau
Ulangan hari itu ingin kan ku ulang

Rindu aku merindu
Gemericik hujan yang menemani kebahagiaan itu
Turut menyambut menuju gerbang
Dalam gemericik itu tersimpan rindu kenangan bersama kalian sahabat

Ingin rasanya kuberlari
Menerjang hujan ini menuju tempat indah itu
Dengan balutan hangat kenangan
Kuyakini ku mampu menemukan kenangan itu kembali



"Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi" 

Jumat, 09 November 2012

where is the inspiration?

   Inspirasi oh inspirasi dimana kamu berada aku menunggumu untuk dapat berkreasi, ayolah muncul  menghampiriki, inspirasi buruan gembar-gembor di fikiranku, inspirasi aku merindukanmu, ohh inspirasi ayolah keluar temani aku, inspirasi aku galau nih kamu nggak apel juga. Aku mulai teriak "INSPIRASI PLEASE COME HERE!!!". Aku sudah memanggilnya lebih dari tiga kali, ini melebihi rekor pemanggilan jalangkung.
     Merasa dicuekin sama inspirasi, akupun meletakkan kembali penaku dan kututup bukuku, akupun beranjak pergi meninggalkan meja menuju teras rumah , kufikir inspirasi bakalan mengejarku namun aku masih saja dikacangin. "Yasudahlah" gumamku dalam hati "Kalo sampai nanti aku pulang kamu nggak muncul kita putus!! Loh kayak pacaran aja, ahh lupakan." lanjutku.
         Aku pergi bersama sepeda kaesayanganku, bersepeda malam keliling kompleks. Kayuhanku terhenti disebuah taman dekat kompleks, suasana begitu ramai maklumlah malam minggu atau sabtu malam, ah terserahlah apa namanya. Aku duduk dibangku panjang setelah memarkirkan sepedaku terlebih dahulu, kupandangi satu persatu orang yang melintas didepanku, semua berpasangan atau bahkan bergerombolan, sedang aku sebatang eh seorang diri maksudnya. 
           Bosan juga berlama-lama disini seorang diri kukayuh sepedaku menuju rumah. Sepi juga, baru sadar ternyata orangtuaku sedang pergi keluar kota, kukunci semua pintu dan jendela. Bergegas melangkah ke lantai atas duduk santai ditemani secangkir kopi memandangi langit berbintang yang sedikit diselimuti mendung, nikmat sekali, indah sekali, dan damai sekali rasanya.
             Ternyata terkadang inspirasi itu datang tanpa disadari, buktinya ni tulisan makin panjang aja, mau dicari keujung  manapun sebuah  inspirasi itu baru disadari keadaannya saat sudah bewujud. Ini cerita saya mana ceritamu?hhehe :D

Rabu, 07 November 2012

CINTAKU SAHABAT

      Setiap kali aku terdiam slalu saja ada bayangannya yang menyelimuti setiap helai kenangan masa-masa indah dahulu sewaktu masih berada dalam bangku sekolah., dia bukanlah hal baru dalam hidupku namun setiap kali bersamanya aku merasakan hal-hal baru yang dia cipta tuk bisa membuatku tersenyum. Kini aku dipertemukan lagi dengannya setelah sekian lama tak saling menyapa. Ada yang berubah darinya namun dia tetap saja perhatian terhadapku, entahlah aku masih saja menyimpan rasa padanya, walau dia tak mengerti selama ini. Tiba-tiba lamunanku terbuyar.

"Hai melamun saja, apa kamu nggak kangen sama aku?" 

"Untuk apa aku kangen sama kamu cungkring?"

"Beneran nih, aku balik pulang nih, bener ya"

"Iya bener, tapi tinggalin hati kamu buat aku disini ya!"

"Boleh, mau yang mentah apa yang udah mateng?"

""Apa aja boleh deh. Hhehe"

      Aku dan dia memang slalu begitu, bahkan  teman-teman dulu menyangka aku pacarnya, aku dan dia pun hanya tertawa mendengarnya, walaupun benar sesungguhnya aku memiliki rasa padanya namun sudahlah tetap bersamanyapun aku merasa bahagia.

     Dia menghabiskan masa liburannya selama 1 minggu di sini, dia pun menyusun banyak rencana untuk menikmati setiap sudut kota ini tentunya bersamaku sahabat setianya. 

       Pagi-pagi sekali dia sudah membangunkanku lewat telepon, bahkan mentaripun belum menampakkan cahayanya namun dia nampaknya tak sabar untuk menikmati liburan pertamanya. Hari ini perjalanan dimulai menuju perbukitan dikota ini.

*Kring kring kring*

"Halo, siapa nih ?" jawabku masih dalam keadaan menutup mata

"Eh tembem buruan bangun, katanya mau nemenin jalan-jalan cepetan"

" Haduh jam berapa sih udah berkokok aja sih kring ? Baru jam setengah lima kring!" menatap jam didinding

" Dasar putri tidur, kamu aja mandi plus dandannya 1 jam sendiri, ayo buruan bangun ntar kesiangan nyampe sana." 

"Iya iya berisik deh"

       Akupun bangun dan bersiap-siap mandi, setelah mandi aku mempersiapkan perlengkapan jaket sepatu dan sedikit camilan untuk diprjalanan nanti. Selesai semua akupun mengabari cungkring kalo aku sudah siap. Tak berapa lama dia sudah sampai di depan rumah, kutengok dari jendela kamar dan akupun keluar menghampirinya.

"Jadi naik motor nih, nggak capek kring?"

" Halah santai aja, lebih enak tau naik motor, ayo cepetan naik"

      Akupun naik dan membonceng dia. Jalan menuju bukit begitu sejuk ditambah jam segini udara tak banyak berpolusi, begitu menyenangkan perjalanan hingga tak dirasa kami sudah sampai pada tujuan. Setelah menitipkan sepeda motor, aku dan dia pun melanjutkan menikmati keindahan alam yang sejuk di bukit dengan berjalan kaki berdua. Cungkring tak lupa membawa kamera kesayangannya, ya dia suka sekali dengan fotografi dan aku sendiri suka banget difoto, memang benar-benar klop deh.

" Eh berhenti disana, diem tuh pemandangannya pas banget. Keren! Tambah narsis aja ya gaya kamu foto. hahaha" 

" Biarin kan aku model internasional gitu loh." Sambil enjulurkan lidahku dan berlari menghindari balasan darinya.

"Awas ya, mana ada foto model internasional pipinya tembem kayak gitu"

        Kami pun kejar-kejaran sepanjang jalan, ditambah candaan kami yang menambah indahnya suasana liburan kali ini. Tak sengaja kami menemukan tempat yang begitu indah, kami dapat memandang kebawah pemandangan hijau ditemani suara gemericik air terjun yang begitu syahdu. Aku memejamkan mata menikmati keindahan ini, begitu juga dia, dalam pejaman mata itu aku  merasakan kedamaian yang begitu indah, ketentraman yang slalu kurasakan setiap berada didekat dia.
          Dia membuyarkan lamunanku, agak kaget kurasakan karna terlalu menikmati keindahan yang kurasakan. Kurasakan cungkring tak seperti biasa, ada yang aneh darinya. Dia memegang tanganku dengan lembut membuatku semakin deg-degan.

" Tuhan kenapa aku jadi deg-degan gini, harusnya akau bisa mengontrol perasaanku." Gumamku dalam hati.

" Tembem, nggak kerasa ya kita udah lama sahabatan. " Sambil tetap memegang tanganku.

"Iya udah hampir 8 tahun kring." Ucapku sambil terus menguasai hatiku yang deg-degan.

" Seandainya aku jujur sama kamu kamu marah nggak ya mbem." 

" Emangnya ada apa sih, cungkring? Serius amat."

" Ini beneran serius mbem, udah lama penegen ngomong ini sama kamu."

" Ngomong apa? Ngomong aja kali biasanya juga cerita kan."

" Mbem aku suka sama kamu"

" Hah? " Aku terdiam tak percaya mendengar dia berucap seperti itu.

" Sudah lama aku penegn ngomong ini, tapi aku nggak berani, aku takut kehilangan kamu kalo aku jujur, tapi aku udah nggak bisa nahan semua ini selama ini. Apapun jawabanmu aku terima asalkan kamu jangan ngehindari akau setelah kamu tahu semua ini ya." Ucapnya memohon

" A..ku jugaa sebenarnya...udah lama banget ngerasain ini, tapi aku nggak berani terus terang sama kamu, aku penegn kamu slalu ada untuk aku walaupun aku nggak bisa miliki hati kamu."

"Jadi kamu mau jadi pacar aku?" tanyanya

" Iya aku mau, pake banget." Ucapku malu-malu

        Dia langsung memelukku dan menngendongku penuh kebahagiaan. Sungguh hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagiku, seorang sahabatku sendiri yang tlah lama ku harapkan menjadi kekasihku, rasnya itu seperti mimpi. Kami berjanji tuk slalu bersama dan saling setia, tak akan banyak berubah dengan kami, kami akan tetap menjadi sahabat hidup sekaligus sahabat cinta yang baik. Hari sudah mulai sore kami pun pulang kerumah dengan hati bahagia.


         Seminggu berlalu liburannya sudah selesai dan dia harus balik ke kota dimana dia menimba ilmu, melanjutkan studynya. Dia berjanji akan pulang menemuiku saat ada liburan. 
    
            Setiap liburan datang dia selalu pulang dan selalu saja dia membawakanku oleh-oleh yang lucu masih seperti dulu saat kami masih bersahabat hanya penadaman rasa cinta saja yang telah kami tuang dalam kejujuran hati masing-masing.


Selasa, 16 Oktober 2012

PROMISE

  Kembali ku teringat akan seseorang yang mengatakan padaku bahwa dia akan menungguku sampai kapanpunm, aku tak menganggap itu janjinya jikalau janji pasti kan dia tepati. Namun pada kehidupannya hanya bualanlah makna kata tersebut.

   Sisi sebuah kata yang bisa bermakna sebuah janji tak sepenuhnya terdapat ketulusan dalam mengucapnya, entah apa karna terbeban rasa pada saat itu hingga orang akan seolah bersungguh-sungguh n=meyakinkan kita bahwa apa yang diucapnya itu adalah sebuah masa depan.

  
  Ingatlah kawan lidah itu tak bertulang, bisa berubah seinginnya. Jangan semua kata dan janji kau harapkan bisa saja itu hanya beban bagimu namun apa yang tlah kau sendiri janjikan sepenuhnya cobalah kau tepati, walau tuk menepatinya kau memerlukan perlawanan dalam dirimu, selama itu baik bagi dirimu dan orang sekitarmu apa lagi yang mengganjal?.

Selasa, 25 September 2012

CARES

terkadang kita begitu membutuhkan kepedulian dari orang disekitar kita, begitu ingin kita untuk didengarkan  dan setidaknya tak dihakimi dengan apa yang terjadi pada siri kita. Ketika sejenak kepedulian dilupakan lihatlah betapa banyak orang yang terluka, tersakiti dan merasa terkucilkan pada keadaan.

Senyuman  seseorang yang tengah menghadapi sebuah masalah mungkin bisa terlihat begitu manis, namun dekatilah, dan rasakan rasa sebenarnya yang dia rasakan. Dia juga membutuhkan tempat untuk sekedar bercerita, tak usah menunggu dia tuk bercerita namun dekatilah dan dekap dia dalam kepedulianmu.

Dalam kebersamaan terkadang banyak tersimpan kepedulian yang berbeda dalam keadaan kesendirian, itulah sebabnya banyak orang yang tengah dirundung masalah memilih menemuai banyak orang yag terkadang bahkan tak dia kenal karna kepedulian itu bisa saja terdapatdimana saja dan pada siapa saja

Pedulilah pada dirimu sendiri, lalu pedulikan orang sekitarmu dan pedulikan hidupmu bersama dengan mereka, jangan pernah menganggap remeh kepedulian terhadap sesama, karna itu penting bahkan untuk diri sendiri.

Minggu, 16 September 2012

Not The First

Aku belajar tersenyum padanya saat aku tahu aku bukanlah pilihan hatinya, senyumku mungkin tak seindah biasanya namun aku tulus memberinya untuk sedikit memberikan rasa nyaman pada hatiku sendiri. Tak baik memang untukku membohongi perasaanku sendiri yang sebenarnya hancur tak bersisa, pengharapan yang ku impi-impikan musnah sudah ketika kulihat gambar dia bersama yang lain.

Bukan sekali ini saja itu kurasakan hal seperti ini, bukan pula dia yang pertama melakukannya padaku. Hal yang bukan sekali inilah yang membuatku bisa tegar, kegagalan ribuan kali, namun disana tersimpan ribuan pelajaran yang dapat kupetik untuk bekal menghadapi hidupku kedepan. Melempar bayangan kecewa dalam hati, mengembangkan senyuman tulus dari dalam hati.

Aku bukanlah seekor merpati yang bisa terbang meninggalkan masalahnya, aku bukan juga singa yang meraung mempertahankan prinsipnya, aku juga bukan malaikat yang bisa memaafkan dan tak pernah sakit hati. Aku ini manusia biasa dalam lingkup standarnya hidup, merasakan susahnya tersakiti, gembira senga kebahagiaan yang tak teduga.

Jika saja hidup itu aturanku sendiri pasti aku kan mengatur bahagia slalu dalam lingkupku, namun itu tak adil karna aku juga butuh kesedihan untuk proses mendewasakan diriku sendiri untuk lebih bisa menghargai setiap detik senyuman orang-orang tercintaku. Hidup itu adil dimana kita diberi bahagia dan adakalanya diberi kesedihan.

Jumat, 17 Agustus 2012

our parents

memiliki orang yang dicintai adalah keinginan setiap makhluk, menemani setiap suka dan duka, terkadang kita lebih mencintai sosok pendamping itu dibandingkan orang tua kita yang menandung, melahirkan, dan merawat kita sampai kita dewasa.

bukan hal salah jika kita mencintai pendamping itu, namun alangkah lebih baik jika kita juga tak melupakan kasih sayang orangtua yang abadi dan indah. Orang tuamu bukanlah barang rongsokan yang dapat tergantikan dengan barang baru, orangtuamu adalah sinar hidupmu yang selalu menerangi jalanmu menggapai setiap angan yang luas.

kekhilafan mungkin dapat terjadi pada diri kita semua, dengan tak sengaja membuat orangtua kita terkaget dan bahkan menangis melihat kelakuan kita, namun maaf slalu tercurah dari mereka untuk kita. Bagaimanapun keadaan kita, selalu ada orangtua kita yang tak pernah meminta balas jasa atas apa yang mereka lakukan untukmu.

Orang tua itu memang bukanlah orang yang sempurna, orangtuaku pun bukan sosok malaikat tanpa dosa, mereka pernah punya kesalahan tapi mereka juga memiliki keinginan memperbaiki kesalahan mereka, bukanlah hal yang pantas untuk kita menghina dan menghakimi kesalahan orangtua kita, kita ini bukan pengadilan, bahkan bukan Tuhan yang bisa menghukum hambanya. Tuhan saja peduli dengan orang tua kita, tidakkah malu kita pada Tuhan yang terkadang menyianyiakan ketulusan mereka??